spot_img
Wednesday, August 19, 2026
spot_img
HomeSukabumiLIVE RESET HATI Ramai Diikuti Ribuan Penonton, Ust. Ade Abdul Jalal Bawa...

LIVE RESET HATI Ramai Diikuti Ribuan Penonton, Ust. Ade Abdul Jalal Bawa Edukasi Rumah Tangga ke Ruang Digital

-

Sukabumi Kabupaten,Bossnewsmedia.com — Persoalan rumah tangga, hubungan pasangan hingga kelelahan emosional menjadi tema yang belakangan banyak dibicarakan di media sosial. Namun, bagi Ust. Ade Abdul Jalal, persoalan tersebut tidak cukup hanya dijadikan bahan konten.

Selasa,(18/8/26).

Melalui RESET HATI, Ust. Ade mencoba membangun ruang percakapan yang memungkinkan masyarakat membicarakan persoalan yang sering kali justru sulit disampaikan kepada orang terdekat.

Aktivitas tersebut salah satunya dilakukan melalui siaran langsung atau LIVE di TikTok. Dalam beberapa sesi, ratusan bahkan sampai ribuan penonton mengikuti pembahasan yang mengangkat tema seputar hubungan suami istri, komunikasi dalam keluarga, rasa kecewa, pengkhianatan, kesepian, luka emosional hingga bagaimana seseorang menghadapi persoalan hidup tanpa kehilangan arah.

Ust. Ade Abdul Jalal yang berasal dari Sukabumi melihat media sosial bukan hanya sebagai tempat menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan baru dengan masyarakat.

_“Banyak orang sebenarnya tidak selalu membutuhkan jawaban yang cepat. Kadang mereka hanya membutuhkan ruang untuk didengar terlebih dahulu, kemudian diajak melihat persoalannya dengan lebih jernih,”_ kata Ust. Ade.

Menurutnya, ketika seseorang sedang menghadapi persoalan rumah tangga, kondisi emosional sering kali membuat masalah terlihat semakin besar. Karena itu, pembahasan di RESET HATI diarahkan agar audiens tidak hanya berhenti pada keluhan, tetapi mulai memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya.

*Dari Curhat Menuju Pemahaman*

Salah satu pendekatan yang terus dikembangkan oleh Ust. Ade melalui RESET HATI adalah mengubah pola percakapan dari sekadar curhat menjadi proses memahami diri.

Dalam sesi LIVE, misalnya, penonton tidak hanya diajak menceritakan persoalannya. Mereka juga diajak melihat hubungan antara pikiran, emosi, cara merespons pasangan serta keputusan yang diambil ketika sedang berada dalam tekanan.

Tema yang dibicarakan pun cukup beragam.

Mulai dari pasangan yang mulai berubah, komunikasi yang semakin renggang, rasa tidak dihargai dalam rumah tangga, sulit mempercayai pasangan kembali setelah dikhianati, hingga orang tua yang merasa semakin jauh dengan anak.

Menurut Ust. Ade, setiap persoalan memiliki konteks yang berbeda sehingga tidak tepat jika semua masalah diberikan jawaban yang sama.

“Tidak semua rumah tangga yang sedang bermasalah harus berakhir dengan perpisahan. Tetapi tidak semua persoalan juga cukup dijawab dengan meminta seseorang untuk terus bertahan. Kita perlu memahami masalahnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pembahasan RESET HATI tidak hanya diarahkan kepada satu kelompok tertentu.

Meski banyak penontonnya berasal dari kalangan perempuan yang sedang menghadapi persoalan rumah tangga, pembahasan juga diarahkan kepada laki-laki, pasangan, orang tua dan siapa saja yang sedang belajar memahami hubungan.

*Menghubungkan Persoalan Emosi dengan Kehidupan Sehari-hari*

Dalam perkembangannya, materi RESET HATI juga mulai memperluas pembahasan mengenai hubungan antara kondisi psikologis, respons stres, sistem saraf dan kondisi tubuh.

Materi tersebut disampaikan dalam bahasa yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat umum.

Ust. Ade menyebut pendekatan tersebut bukan untuk menggantikan penanganan medis maupun psikologis, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar masyarakat memahami bahwa pengalaman emosional dan respons tubuh merupakan hal yang saling berkaitan dan kompleks.

_“Ketika seseorang menghadapi tekanan yang panjang, yang perlu diperhatikan bukan hanya pikirannya. Pola tidur, kebiasaan sehari-hari, cara berkomunikasi dan bagaimana tubuh merespons stres juga perlu diperhatikan,”_ katanya.

Karena itu, RESET HATI tidak diarahkan untuk memberikan diagnosis kepada seseorang melalui media sosial.

Jika suatu persoalan membutuhkan penanganan khusus, masyarakat tetap diarahkan untuk mencari bantuan dari tenaga profesional yang sesuai.

*Tidak Hanya Mengejar Jumlah Pengikut*

Perkembangan akun Ade Abdul Jalal | RESET HATI di TikTok sendiri berlangsung cukup cepat.

Dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan sejak pengembangan konten dilakukan secara lebih serius, akun tersebut telah berkembang hingga mencapai lebih dari seratus delapan puluh ribu pengikut.

Namun, pertumbuhan jumlah pengikut bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian Ust. Ade.

Menurutnya, angka di media sosial memang penting untuk melihat perkembangan sebuah akun, tetapi interaksi yang terjadi selama LIVE justru memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang lebih nyata.

_“Kalau hanya mengejar angka, kita bisa membuat konten apa saja yang ramai. Tetapi saya ingin orang yang datang ke RESET HATI mendapatkan sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah LIVE selesai,”_ tutur Ust. Ade.

Karena itu, setiap pembahasan diupayakan memiliki kesimpulan atau langkah praktis yang dapat dilakukan penonton.

Ada kalanya penonton diajak membedakan antara fakta dan asumsi, belajar mengelola respons ketika sedang marah, memperbaiki cara berkomunikasi dengan pasangan atau sekadar berhenti sejenak sebelum mengambil keputusan besar.

*Membangun RESET HATI dari Ruang Digital*

Bagi Ust. Ade, berkembangnya RESET HATI di TikTok merupakan bagian dari perubahan cara masyarakat berinteraksi.

Jika sebelumnya pendampingan lebih banyak dilakukan melalui pertemuan secara langsung, kini ruang digital memungkinkan percakapan tersebut menjangkau masyarakat dari berbagai daerah.

Namun, ia tidak ingin RESET HATI berhenti sebagai akun media sosial.

Konsep yang sedang dibangun mencakup konten edukasi, LIVE, materi pembelajaran, komunitas, konsultasi privat hingga pendampingan bagi mereka yang membutuhkan proses yang lebih terstruktur.

Semua itu berada di bawah satu gagasan sederhana:
RESET HATI — Tempat Pulang Hati yang Lelah.

Menurut Ust. Ade, istilah tersebut bukan berarti seseorang datang ke RESET HATI lalu semua persoalannya langsung selesai.

Justru sebaliknya, ruang tersebut diharapkan menjadi tempat seseorang berhenti sejenak, memahami apa yang sedang terjadi dalam dirinya, kemudian menentukan langkah berikutnya dengan lebih sadar.

_“Pulang bukan berarti semua masalah sudah selesai. Kadang pulang hanya berarti kita sudah menemukan tempat untuk berhenti sebentar, menata hati, lalu melanjutkan perjalanan,”_ kata Ust. Ade.

Dari Sukabumi, aktivitas tersebut kini terus berkembang melalui ruang digital. Bagi Ust. Ade, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat RESET HATI semakin dikenal, tetapi bagaimana menjaga agar ruang tersebut tetap menjadi tempat yang aman, bermanfaat dan memiliki nilai bagi orang-orang yang datang.

Reporter : Aulia Rahman Hakim,S.Pd.I

Related

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending